Arsitektur Islam, Opini

Arsitektur Islam, Seperti Apa? (2)

Iwan HikmawanMasih mengenai baris shof. Dalam sunnah nabi dianjurkan agar kaum muslim berlomba-lomba untuk sholat berjamaah di masjid dengan menempati shof yang terdepan. Jamaah sholat yang menempati shof terdepan akan mendapatkan pahala yang lebih dibanding dengan jamaah yang ada di shof sebelumnya. Dari sunnah ini, ada yang menginterpretasikan denah masjid bukan kotak bujur sangkar yang sama ukuran keempat sisinya, melainkan persegi panjang dengan memanjang ke samping kanan dan kiri. Ini dimaksudkan agar daya tampung untuk shof bagian depan semakin banyak, dikarenakan ukurannya yang melebar. Tapi nampaknya interpretasi ini jarang sekali diikuti oleh para perancang masjid. Entah karena kurang populer, atau dikarenakan susah diterapkan di lapangan, berkenaan dengan kondisi tanah atau bentuk masjid yang diinginkan. Tapi menurut saya, interpretasi ini adalah interpretasi yang harus diperhatikan oleh para perancang, karena mendukung diaplikasikannya ajaran Islam yang bersumber pada sunnah Nabi mengenai aktifitas sholat.

Yang ketiga, yang saya sebut sebelumnya sebagai hal yang penerapannya di lapangan terasa kontradiktif, yaitu prinsip keindahan dan keagungan. Allah Swt Maha Indah, dan menyukai keindahan. Allah Swt Maha Agung, dan keagungan-Nya mesti terimplementasi di muka bumi, sebagai wujud ketundukan manusia sebagai makhluk pada Penciptanya. Semua perancang mengimplementasikan prinsip Keindahan
dan Keagungan Tuhan dalam bangunan Masjid dengan interpretasi yang hampir sama. Bangunan masjid, bila memungkinkan (sesuai dengan kemampuan dana) akan dibangun seindah dan se-‘agung’ mungkin. Bila kemampuan dana membangun berlimpah, atau bahkan tak terbatas, keindahan dan keagungan masjid diwujudkan dalam sebuah wujud ‘kemegahan’ bangunan masjid. Termasuk dalam wujud kemegahan itu adalah bangunan yang mewah, premium, dan spektakuler.

Bangunan masjid akan menggunakan banyak material marmer dan granit impor yang berharga ratusan dollar permeter perseginya sebagai finishing lantai dan dinding. Sementara untuk penerangan, di beberapa titik langit-langit dipasang lampu kristal bersusun-susun yang khusus didatangkan dari Itali. Bagian pintu dan jendela-jendela akan dibuat menggunakan kayu solid dengan kualitas tinggi dengan harga puluhan juta perkubiknya. Semua upaya dilakukan untuk mewujudkan kemegahan dan kemewahan masjid yang diinginkan. Di sini, pertimbangan untuk mewujudkan bangunan masjid yang lebih megah dan mewah sering mengalahkan pertimbangan mewujudkan masjid yang fungsi utamanya adalah untuk beribadah dan bersujud kepada-Nya, dimana kekhusyukan dan orientasi ukhrowi menjadi hal yang sangat penting. Dengan meramaikan bangunan masjid dengan ornamen-ornamen yang mahal dan mewah, manusia yang selama ini sudah banyak disibukkan waktunya untuk mencari materi dunia, akan dihadapkan dan disuguhkan kembali dengan kemewahan dunia di masjid, di sebuah tempat dimana ia mestinya mendapatkan suasana akhirat (ukhrowi), yang akan membuatnya semakin dekat dengan Sang Khaliq.

Inilah yang menjadi keprihatinan seorang Said Ramadhan al-Buthy, ulama sejarawan yang menulis sejarah (siroh) perjalanan Nabi Muhammad Saw. dalam bukunya ‘Siroh Nabawiyah':

“…nyatalah kesalahan orang-orang sekarang yang memakmurkan masjid dengan jalan mengukir dan menghiasinya dengan beraneka ragam seni ukir dan lukis yang mencerminkan kemegahan sehingga setiap orang yang memasuki masjid tidak dapat lagi merasakan arti ‘ubudiyah dan merendahkan diri di hadapan Allah Swt. Apa yang dirasakannya hanyalah kebanggaan terhadap kemajuan seni bangunan dan seni lukis (kaligrafi).
“Sebagai akibat terburuk dari permainan setan terhadap kaum Musllimin ini adalah bahwa kaum fakir miskin tidak lagi dapat menemukan tempat untuk menjauhkan diri dari segala bentuk tawaran kemegahan duniawi. Dulu, masjid menjadi tempat ‘menyejukkan’ hati orang-orang fakir miskin dan mengeluarkan mereka dari suasana kemegahan dunia menuju keutamaan akhirat. Namun sekarang, di dalam masjidpun mereka disodori kemegahan duniawi yang tidak pernah mereka nikmati dan rasakan.

“Betapa buruknya kondisi kaum Muslimin yang telah meninggalkan hakikat Islam dan memperhatikan bentuk-bentuk lahiriah yang penuh dengan dorongan hawa nafsu dan syahwat.”

(Robbani Press, 2007)

Di dalam al-Quran, juga disitir tentang kondisi bermegah-megahan (yang kali ini terjadi di rumah-Nya):

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
… Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”

(Qs. at-Takatsur)

Wallahu a’lam

(Bersambung)

About these ads
Standard

9 thoughts on “Arsitektur Islam, Seperti Apa? (2)

  1. sebenarnya untuk bermegah-megah dalam hal agama sungguh tidak dilarang oleh islam. kalau ada dana yang mencukupi untuk membuat masjid yang indah, kenapa tidak diwujudkan saja. kalau niatnya untuk syiar agama tentu saja itu sangat dibolehkan. dengan asitektur masjid yang indah, martabat umat islam juga akan ikut terangkat. lagipula dalil yang digunakan Said Ramadhan al-Buthy juga belum dicantumkan.
    seperti yang terjadi di masjidil haram saat ini terjadi sesuai dengan ramalan rasulullah, akan menjadi sebuah istana putih yang megah.

  2. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan[2:144]

  3. Pak Farid, terima kasih atas komentarnya. Kalo ada kesempatan, senang rasanya bisa diskusi dengan sampeyan. Terutama mengenai Arsitektur Islam. Kalo menurut sampeyan: Arsitektur Islam itu seperti apa?

  4. Memegahkan masjid sebagaimana ditulis oleh komentar diatas perlu. Itu bagian dari syiar Islam. Dan juga sudah difirmankan oleh Allah untuk selalu memakmurkan masjid. Seni dalam Islam juga sebagai bentuk eksplorasi transendensi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Arsitektur Islam selalu menghendaki penuh dengan orneman sebagai bentuk ekspresi kecintaan pada Allah yang indah dan tak terbatas. Yang dalam Islam kemudian dikenal seni arabesq. Representasi Islam dalam arsitektur tidak saja bersifat “fungsional” tetapi juga “estetikal”

  5. Ira Widayanti says:

    Assalamu alaikum Wr. Wb.

    Topik komentar disini sepertinya tentang Bermegah-megahan ya..
    Menurut saya pribadi.. memang bermegah-megahan dalam konteks syi’ar agama diperbolehkan. Tetapi kita sebagai manusia jangan lupa, kita sering tergoda oleh rasa bangga dan rasa ingin menang dari orang lain..
    Amal ibadah kemudian bisa berubah jadi dosa..
    Disinilah kita harus berhati-hati.. dan pada kondisi seperti itulah ummat manusia disebut seperti yang dikutip oom Iwan dari Q.S At-Takatsur dengan : “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
    … Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”

    Wassalamu alaikum Wr. Wb.

  6. fahim R Iskak says:

    ass…boleh ni bos kerja sama kalo pengen membuat masjid tampak megah…Q d kontraktor GRC cetak…ada kubah…dll…( sory ni nimpang promosi…)

  7. Saran pada Arsitektur masjid, Bila membangun masjid, rancangan tata suara (akustik), tata udara utamakan alamiah dan juga tata cahaya alamiah dari awal masjid bukan tambal sulam yang bergelantungan dimana-mana. Kenyamanan pendengaran, cahaya dan aliran udara harus diutamakan, sebab bila terjadi gema atau pantulan suara, tak banyak manfaat khutbah dan ceramah karena tak bisa didengar dengan baik, bila gelap jamaah tidak bisa baca Al qur’an. selain itu masjid harus hemat energi dan hemat air (untuk wudhuk).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s