Kuli bangunan berkomitmen? Ya, kudu. Semua orang wajib mempunyai komitmen. Apalagi ini dalam bulan baik. Bulan baru, dimana kita menjadi manusia baru. Maka nggak salah kalo saya di sini mencoba untuk berkomitmen, menuju ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan blog saya ini, saya mencoba untuk menerapkan beberapa komitmen. Kata beberapa ahli motivator, komitmen itu musti ditulis, agar kita terpacu untuk melaksanakannya. Kalo nggak dikerjakan, akan berasa malu, karena sudah kadung ditulis.
Pertama, komitmen update.
Awalnya, nulis blog di sini sebagai media menumpahkan uneg-uneg dan ide saya berkaitan dengan masalah bangunan. Khusus masalah bangunan dan sekitarnya. Tapi nggak nyangka kalo kemudian blog ini jadi sesuatu yang khas, dan perlahan bergerak ke arah yang ‘serius’. Beberapa komentar yang masuk, seolah-olah menempatkan saya sebagai seseorang yang cukup ahli di bidang bangunan, khususnya tentang Arsitektur Islam. Padahal seperti judul blog ini, artikel-artikel di sini ‘cuman sekedar’ catatan harian seorang kuli bangunan. Yang lucu, walaupun namanya ‘catatan harian’, tapi seringnya saya update sebulan sekali (mestinya namanya catatan bulanan yo..
). Sudah begitu, saya pernah dibikin kaget waktu tetangga saya nanya, “Sudah ada yang baru belom?”
“Baru apanya, Pak?” tanya saya.
“Itu lho, tulisan di blog sampeyan, muhipro..”
Oalah, ternyata tetangga saya yang satu ini suka buka blog saya to. Nggak nyangka saya. Tapi saya berasa seneng, doi mengikuti perkembangan tulisan di blog saya. Maka daripada itu, di bulan Syawal ini saya berkomitmen untuk meningkatkan aktifitas update tulisan saya menjadi mingguan, bukan bulanan lagi. Ini juga untuk memacu saya untuk lebih rajin menulis. Diam-diam, aktifitas menulis itu merupakan sebagian dari kegiatan yang bersifat intelektual lho..
Kedua, komitmen isi
Tulisan tentang arsitektur Islam, nggak saya sangka mendapat komentar yang cukup positif. Saya akan terus menuliskan tentang tema ini. Juga saya mengundang kepada blogger-blogger yang lain untuk juga meramaikan tentang tema ini. Mari kita ciptakan diskursus Arsitektur Islam. Selain untuk berdiskusi dan menciptakan dialog intelektual, siapa tahu kita bisa ikut sedikit berpartisipasi dalam ‘merumuskan’ apa itu Arsitektur Islam.
Selain itu, saya akan menulis lebih intens tentang permasalahan-permasalahan di dunia bangunan, dan bagaimana pengalaman saya dalam menghadapinya. Ya, ada yang berhasil, ada juga yang sukses (lho?).
Ketiga, komitmen interaksi
Bagi para pembaca, saya akan membuka interaksi selebar-lebarnya dengan sampeyan. Selain lewat form komentar yang sudah tersedia, juga tersedia lewat alamat email yang saya cantumkan, dan id YM bagi mereka yang lebih seneng interaksi lewat chatting. Oya, bagi pembaca yang ingin berkonsultasi, silakan saja melayangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada melalui fasilitas komunikasi yang saya sediakan, siapa tahu saya bisa membantu.
Akhirul kalam
Terakhir, lewat tulisan ini saya mau meminta maaf kepada para pembaca, kalo selama ini ada yang khilaf dan alpha dari saya. Oya, permintaan maaf ini juga berkaitan dengan tulisan terdahulu di blog ini mengenai jurnal bahan bangunan via ponsel. Untuk sementara, layanan tersebut terpaksa di non-aktifkan terlebih dahulu, karena beberapa alasan yang akan saya sampaikan di tulisan-tulisan mendatang.




2 Comments
11 October, 2008 at 10:25 pm
apik om…top
keep blogging
aku ntar kalo bangun rumah kasih gratisan jasa konsultan yah ?
11 October, 2008 at 10:40 pm
suwun pak hartono atas dukungannya.
sila konsultasi lewat media komunikasi yang ada..