Ini bukan cerita tentang lantai yang habis nonton sinetron tragis, terus sedih dan akhirnya berkaca-kaca. Ini tentang ‘ulah’ seorang pemilik rumah yang mempunyai ruang makan di bagian bawah, dan ruang jemur pas di atasnya persis. Ruang makan yang ada tanpa penerangan alami dan ventilasi. Penerangan hanya mengandalkan bolam listrik di bagian tengah plafon. Sedangkan ventilasi ‘menumpang’ dengan dapur dan garasi yang ada di sebelahnya.

Pada saat renovasi, pemilik rumah ini ngotot untuk gimana caranya supaya ada penerangan, penerangan alami maksudnya. Ada dua alternatif. Satu, ruang jemur dikorbankan untuk dibuat semacam atap dengan kemiringan rendah, dan penutup berwarna bening (polikarbonat atau fiber). Dua, tetep mempertahankan dak ruang jemur, dengan memberinya variasi glass block. Pemilik rumah memilih alternatif kedua. Sepakat, pekerjaanpun dilaksanakan. Variasi glass block dibikin pola 3×3 sejumlah empat kotak. Ini dimaksudkan biar penerangan yang terjadi nantinya tidak menghasilkan penerangan yang berlebihan, atau terang benderang. Di samping itu struktur untuk dudukan glass block bisa dibikin lebih sederhana.
Yang perlu dicatat, bahwa glass block bukan elemen struktur, melainkan elemen finshing. Jadi doi perlu elemen lain buat menyangga, tapi dengan tidak menghalangi fungsinya sebagai penerangan, atau elemen finishing yang tembus pandang. Ada dua pilihan elemen penyangga, besi beton atau besi plat/ siku. Besi beton bisa dipakai sebagai penyangga kalo kondisi dak dibikin dari awal. Prosesnya glass block disusun bersamaan dengan pembesian dak. Di samping itu, hasil akhirnya glass block akan rata dengan permukaan bawah dak, bukan permukaan atas dak (plus finishing keramik). Jadi untuk kasus ini, dipake elemen penyangga dari besi siku/ plat.
Pada saat pembuatan lobang tempat bercokolnya pola glass block, untuk perkuatan perlu dibikin semacam ’sekonengan’ (bagian dak yang menonjol di bagian bawah) untuk menyangga struktur rangka glass block, di samping struktur rangka itu akan dilas di bagian samping, menempel dengan pembesian dak. Setelah lobang jadi, struktur rangka glass block dan glass block, disetting agar dapat terpasang dengan rapi dan glass block bisa rata permukaannya dengan lantai keramik yang terpasang di sekelilingnya. Setelah setting selesai, rangka besi siku di las, kemudian semua bagian tepi lobang dirapikan dengan acian halus. Setelah rangka terpasang, glass block dipasang dengan hati-hati (kaca soalnya, salah-salah bisa pecah). Di bagian sela-sela antar glass block diisi dengan semen waterproofing secara penuh, untuk mencegah nantinya rembes dari situ, dikarenakan bagian atas dibuat sebagai lantai jemur yang sarat dengan air tetesan dari jemuran.
Setelah semuanya OK, lantai berkaca (kaca) pun siap diuji coba. Uji coba pertama, pemilik rumah jalan bolak-balik di situ. Tidak ada getaran, atau gejala goyang-goyang dari glass block. Uji coba kedua, dengan merendam lantai dak ruang jemur dengan air setinggi 2 centian. Uji coba kedua ini berlangsung hampir setengah hari. Sukses, tidak ada air yang rembes sedikitpun di bagian bawah dak, alias ruang makan.
Pemilik rumah tersenyum. Seperti halnya lantai glass block yang baru jadi, ia pun berkaca-kaca, terharu dan juga puas.




5 Comments
24 November, 2008 at 11:42 am
Menarik. Ini yang saya cari. Tetapi Pak Iwan, bagaimana dengan kekuatan plat tersebut, misalnya ada beban di atasnya? Saya membayangkan membuat dag itu untuk lantai ruang atas, kalau siang dapat sinar tidak langsung dari jendela, bukan matahari. Dengan demikian, saya perlu meletakkan kursi tamu dan mungkin TV atau meja belajar. Tentu bukan di atas glasblok. Apakah konstruksi beton itu cukup kuat? Masalah pergerakan glasblok bisa diatasi dengan menginjeksi silikon seal disela-selanya. Terima kasih.
25 November, 2008 at 7:52 am
Kalau untuk beban meja, dan kursi masih kuat pak. Besi sikunya yang ukuran 4, dan dilas ke tumpuan besi beton dengan banyak titik las.
Terima kasih atas komen-nya pak..
10 February, 2009 at 8:59 am
Pak boleh minta ino ya. saya ertarik untuk merenovasi ruangan TV saa dengan menmahkan glass block di dindingnya. Dimana saya bisa mendapatkan glass block ukuran besar seperti 30 x 30 Cm atau yang lebih besar lagi? Kalau menyusun 2 baris glass block di dinding bagian atas, apakah cukup dengan meakai semen biasa? ap kekurangan dan kelebihan memasang glass block dengan memakai semen biasa? Trimaksih banyak atas infonya.
10 February, 2009 at 9:04 am
Pak boleh minta ifno ya. saya tertarik untuk merenovasi ruangan TV saya dengan menambahkan glass block di dindingnya. Dimana saya bisa mendapatkan glass block ukuran besar seperti 30 x 30 Cm atau yang lebih besar lagi? Kalau menyusun 2 baris glass block di dinding bagian atas, apakah cukup dengan memakai semen biasa? apa kekurangan dan kelebihan memasang glass block dengan memakai semen biasa? Trimakasih banyak atas infonya.
7 July, 2009 at 10:49 am
sy tertarik bgt pak, tp bs ditambahin gak poto2 nya biar lebih jelas dan sebagai refesi
thanks