23 October, 2008...12:25 pm

Sedia Waterproofing sebelum Hujan (1)

Jump to Comments

Ada pepatah ’sedia payung sebelum hujan’. Bagi pengendara motor, pepatah itu berubah jadi ’sedia jas hujan sebelum hujan’. Bagi gedung-gedung tinggi, pepatah itu berubah jadi ’sedia penangkal petir sebelum hujan’. Dan bagi rumah-rumah tinggal kebanyakan, pepatah ini berubah jadi ’sedia waterproofing sebelum hujan’.

Mestinya bulan kemarin sudah masuk musim penghujan, apalagi di bulan ini. Tapi karena pada saat sekarang, pergantian musim berlangsung tidak menentu, para ahli klimatologi memperkirakan musim hujan akan berlangsung intensif pada Bulan Desember nanti. Lumayan, masih dua bulan lagi. Ada waktu buat merealisasikan pepatah di atas. Waterproofing di sini jangan diartikan hanya sebagai sebuah merk pelapis waterproofing yang sering dipake dalam kondisi darurat di rumah-rumah. Waterproofing di sini adalah semua upaya untuk mencegah terjadinya kejadian rembes, bocor, tampias, kondisi lembab, dan kondisi-kondisi lainnya yang tidak nyaman diakibatkan air hujan yang turun begitu deras mengguyur rumah kita.

Upaya waterproofing kita mulai dari paling atas, atap rumah. Umumnya rumah memakai penutup atap genteng. Dari mulai genteng keramik, genteng beton sampai genteng metal. Penutup atap genteng di musim penghujan punya kelemahan sering bergeser susunan lembaran-lembarannya. Ini terutama apabila hujan yang mengguyur disertai angin yang kencang. Susunan lembar genteng yang bergeser itu di satu dua bagian menimbulkan celah. Celah ini yang membuat air hujan menyelinap masuk ke bagian bawah penutup atap, lalu meluncur dengan sukses ke arah plafon. Kondisi ini biasanya lama baru kita sadari setelah plafon di rumah berubah jadi flek-flek coklat karena lembab. Atau kalau kejadiannya parah, air hujan menetes ke dalam ruangan dari bagian plafon.

Solusinya, susunan genteng dirapihkan kembali. Apa boleh buat, bila tidak ada tukang kita sendiri yang mesti naik ke atap. Setelah susunan genteng dirapikan, tapi air hujan masih saja bandel menyelinap, di bawah susunan genteng itu (di atas reng atap) kita gelar karpet talang sepanjang bagian-bagian yang terindikasi bocor. Dengan cara ini, walaupun air hujan menyelinap ke bawah susunan genteng, tapi ia tidak akan meluncur sampai ke plafon, melainkan meluncur di atas permukaan karpet talang dan turun menuju pinggir atap.
Sebeb-sebab lain kebocoran rumah dengan penutup atap genteng adalah genteng pecah karena kejatuhan benda berat, atau akibat kucing berantem di atas atap genteng. Solusinya ya genteng yang pecah tadi diganti, dan kucing kita buatkan tempat berantem di bawah, agar mereka tidak berantem lagi di atas. :)

Kalo rumahnya minimalis, bentuk atapnya biasanya dak beton. Upaya waterproofing dari dak beton ini dimulai setelah pekerjaan pengecoran dak selesai dan mengering. Dak beton dilapisi semen waterproofing yang telah dicampur dengan cairan waterproofing yang sudah include dalam paket pembelian semen waterproofing. Bagusnya, lapisan itu diulang sampai sekitar dua tiga kali. Setelah lapisan waterproofing mengering, diuji dulu dengan tes rendam setinggi minimal satu centi selama setengah hari atau lebih. Apabila masih ada yang rembes, proses waterproofing diulang lagi. Bila sudah OK tidak ada yang rembes, dak beton itu siap difinishing, entah itu diplester aci atau dikeramik.
Perlakuan yang sama juga bisa diterapkan untuk upaya waterproofing di area kamar mandi.

Berikutnya, turun ke bagian bawah atap, yaitu dinding.
(bersambung)

Leave a Reply