Dinding rumah dengan gaya tropis, tidak begitu banyak terkena siraman air hujan. Karena pada rumah tropis, struktur atap dibuat dengan overstek yang cukup lebar, sekitar satu meter lebih. Tapi rumah dengan model minimalis, atau model-model rumah lain yang pake embel-embel minimalis, harus menahan siraman air hujan yang deras ‘di sekujur tubuhnya’. Ada komponen overstek atau kantilever, tapi itu lebarnya cuma beberapa jengkal saja, dan fungsinya lebih sebagai pemanis. Dinding seperti ini harus mendapat perlakuan waterproofing yang serius.

Sudah umum kita lihat, kalo rumah yang ‘dibagusin’ hanya bagian tampak depan-nya saja. Bagian samping, apalagi belakang sering ‘dicuekin’. Untuk keperluan dandan, bagian muka memang prioritas utama. Tapi untuk keperluan maintenance, semua bagian harus mendapat perhatian dan perawatan. Air hujan sering turun tidak pilih-pilih posisi. Depan, samping, belakang, semua ia guyur. Kalo kebetulan dinding bagian samping luput dari waterproofing, dan air hujan mengarah deras ke posisi ini, siap-siap untuk mendapatkan dinding lembab, bercak-bercak basah, atau bahkan lumutan. Tidak adanya waterproofing menyebabkan air hujan yang mengguyur dinding tidak langsung meluncur ke bawah, tapi ada sebagian (besar) yang menyelinap masuk ke dalam dinding lewat pori-pori atau celah yang ada. Makin lama makin banyak air yang masuk ke dalam dinding. Dan makin lama, dinding makin penuh dengan air. Air kemudian lari ke bagian dinding bagian dalam. Dinding bagian dalam jadi lembab dan banyak bercak-bercak air, yang bekasnya berwarna coklat atau kekuning-kuningan. Bila konsentrasi air makin besar, dan dinding sudah tidak mampu menampung lagi, air akan mengarah ke lantai dalam rumah, yang menyebabkan lantai dalam rumah jadi becek. Repot deh!
Upaya waterproofing untuk bagian dinding, dimulai setelah batu bata dinding selesai terpasang. Untuk dinding bagian dalam, so pasti kebanyakan dari pemilik rumah melanjutkannya dengan finishing plester dan aci. Tapi untuk dinding bagian luar, terutama di posisi samping dan belakang, masih banyak ditemukan yang tidak diplester atawa diaci. Sebenernya kalo mau nggak diplester dan diaci, nggak apa-apa juga sih, kan ada rumah dengan model bata ekspose. Kalo pilihannya batu bata dinding tidak diplester dan diaci, maka dinding batu bata yang diekspos ini mesti di-coating dengan cairan waterproofing atau anti bocor. Ini untuk menutupi pori-pori yang terbuka lebar di bagian bata yang tersusun dan adukan yang merekatkan bata-bata itu. Cairan coating ini ada yang jenis doff atau glossy. Doff maksudnya, batu bata dinding yang di-coating tadi akan berkesan alami, bertekstur kasar. Sementara glossy, akan membuat batu bata dinding yang di-coating akan terlihat mengkilap dan mengkilat.
Kalo batu bata dinding difinishing plester aci, maka proses plester dan acinya mesti mencapai kondisi-kondisi ideal. Sebelum diaci, plesteran mesti benar-benar kering, agar unsur air tidak ada yang tersisa di dinding. Kalo kita nekat meng-aci-nya pada saat plesteran masih basah atau lembab, nantinya pada suatu saat setelah dinding itu jadi (di-aci dan dicat), unsur air yang mengendap tadi akan keluar dalam bentuk dinding berkeringat atau lembab. Pada saat di-aci, kualitas acian mesti benar-benar diperhatikan, agar tidak terjadi banyak retakan memanjang yang menjadi celah untuk masuknya air hujan ke dalam dinding. Setelah selesai di-aci, bila finishing akhirnya dinding akan di-cat, maka perlu diperhatikan jenis cat yang akan dipergunakan. Cat untuk dinding bagian dalam rumah, akan berbeda dengan cat untuk dinding bagian luar rumah. Cat untuk dinding bagian luar rumah harus bisa membuat dinding tahan segala cuaca di luar rumah, seperti terkena panas terik dan hujan yang lebat. Beberapa produk cat, menamakan cat untuk dinding bagian luar ini dengan nama ‘weathercoat’, atau ‘weathershield’, yang menerangkan bahwa cat itu akan membuat dinding tahan terhadap ganasnya cuaca.
Cat khusus untuk dinding bagian luar ini berfungsi pula sebagai lapisan waterproofing dinding. Bahkan beberapa produsen cat kenamaan, mengklaim cat khusus dinding luar mereka, lebih ampuh berfungsi sebagai cairan waterproofing ketimbang produk lain yang mengkhususkan diri untuk waterprooofing, selain warna yang mereka sediakan juga berwarna-warni, sebagaimana warna-warna cat.
(bersambung)



