13 November, 2008...1:00 pm

Toko Material ‘Pesan Sponsor’

Jump to Comments

Bagi yang sedang, dan telah melakukan pekerjaan membangun atau renovasi rumah pasti berhubungan dengan toko yang satu ini: toko material! Layaknya seorang pengguna ponsel prabayar, kemudian ketagihan sms atau telpon-telponan, terus pulsa habis melulu, maka yang disambangi adalah kios voucher. Begitu juga dengan orang yang sedang membangun atau renovasi rumah. Hampir tiap hari, entah satu, dua apa tiga, pasti ada yang dibeli di toko material. Untuk urusan material yang cukup banyak jumlahnya, maka perlu dilakukan survey dan penelitian terhadap berbagai toko material bangunan terlebih dahulu. Dasar surveynya sudah pasti yang nomor satu adalah masalah harga. Dimana toko material bangunan yang harganya termurah di antara yang lain, itu yang kita tuju. Dasar pertimbangan berikutnya adalah berkaitan dengan kualitas barang yang dijual, dan pelayanan yang diberikan oleh toko material tersebut.

tokomaterial
Demi dasar-dasar pertimbangan tadi, kita kadang bela-belain bolak mandir kesana kemari. Panas terik matahari tak peduli. Keringat yang mengucur deras tak menyurutkan semangat. Dan bila kita sudah ketemu apa yang kita cari, rasanya seneng bukan kepalang. Tapi kalo kita sudah keburu membeli bahan bangunan bangunan di toko A, kemudian tau kalo ada toko material lain (semisal toko B), jual bahan bangunan itu jauh lebih murah, maka kecewanya minta ampun kita. Ini yang orang sering bilang; suka duka dalam membangun atau renovasi rumah, yang kita tangani sendiri pembelian bahan bangunannya. Suka, karena kita bisa memilih-milih sendiri bahan bangunan yang terhampar di berbagai toko material bangunan. Kita juga bisa mendapatkan harga yang miring bila rajin-rajin ‘menjelajah’. Pengetahuan kita mengenai bahan bangunan jadi bertambah, dan secara tidak langsung kita jadi hafal sebagian harga-harga bahan bangunan. Terakhir, yang juga suka orang bilang: kepuasan tersendiri!

Dukanya, bila ternyata kita terlanjur mendapatkan bahan bangunan yang harganya lebih mahal dari toko-toko material bangunan yang lain. Kecewa, kesel, dan gondok rasanya. Padahal kalo dihitung-hitung lagi, paling terpautnya cuma beberapa ribu saja. Yang terpautnya sampai ratusan ribu mungkin bisa stress berat. Duka yang berikutnya adalah yang akan jadi pembicaraan kita kali ini: kualitas bahan bangunan tidak seperti yang dijanjikan!

Mengapa dalam membeli material bahan bangunan sendiri kita kadang terjerumus membeli yang kualitasnya ‘abal-abal’?
Pertama tentu karena pengetahuan kita tentang material bahan bangunan belum mencukupi, sehingga terjadi sebab yang kedua, yaitu kita terlalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh penjual atau pemilik toko material bahan bangunan. Kita suka lupa, si pemilik toko material bahan bangunan ‘kadang’ tidak jauh beda dengan ‘tukang jual obat’ yang sering kita temui di pasar-pasar, atau pusat keramaian. Bagaimanapun, barang-barang yang dia jual, mesti laku dan laris manis. Dan untuk itu, so pasti dia akan mengatakan tentang hal yang baik-baik mengenai barang dagangannya, bahkan kalo perlu dengan penjelasan yang agak bombastis sedikit. (pernah denger omongan: percaya deh, kalo kagak kebukti, iris dah kuping gw!) *omongan bombastis yang mantabb* :)

Padahal di beberapa toko material bahan bangunan yang kita lihat, barang-barang yang dijual sangat tergantung dengan sponsor (supplier) yang mensupply toko itu. Apabila kita melihat ada merk material bangunan A yang plang-nya terpasang di toko material bahan bangunan, maka merk itulah yang jadi ‘jagoan’ jualannya si pemilik toko. Karena bila laris manis, si pemilik toko akan mendapatkan semacam bonus dari si ‘merk sponsor’ tadi.

Jadi, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan dalam rangka ‘belanja sendiri’ material bahan bangunan untuk membangun atau renovasi rumah kita, ada baiknya kita:
- Bertanya sana-sini dengan orang-orang yang sebelumnya sudah membangun atau renovasi rumah. Mereka pasti punya beberapa pengalaman tentang bahan bangunan yang mereka pakai.
- Bertanya pada tukang, atau kuli bangunan yang kita percaya keahlian dan ilmu-nya di dunia bangunan. Sekian tahun lamanya di dunia bangunan, mereka tentu sudah merasakan menggunakan berbagai macam merek material bahan bangunan.
- Berkonsultasi dengan insinyur sipil, arsitek, atau pelaksana bangunan yang anda kenal. Mereka insya Allah punya pengetahuan yang cukup tentang bahan bangunan yang berkualitas untuk rumah anda.

Nah, selamat berbelanja!

2 Comments


Leave a Reply