9 December, 2008...9:29 pm

Sistem Simulasi Perancangan Rumah (Home Version 2.0)

Jump to Comments

Apa yang akan kita lakukan bila kita menginginkan sebuah bentuk rumah yang menjadi bentuk idaman kita?
Mungkin kita akan:

  • membeli banyak buku atau majalah yang berisi bentuk-bentuk rumah yang menjadi acuan bentuk rumah kita nantinya. Kalau kita punya kemampuan mendesain, kita akan desain sendiri rumah itu, dan merealisasikannya dalam bentuk gambar. Kalau tidak, kita akan menggunakan jasa seorang desainer untuk merealisasikan desain bentuk rumah yang dimaksud.
  • menghayal dan berimajinasi seideal yang kita mampu, terus men-convertnya menjadi sebuah bentuk gambaran rumah. Lalu sama dengan kemungkinan pertama; mendesainnya sendiri atau menyerahkan realisasi desain bentuk pada seorang desainer.
  • kemungkinan yang terakhir, (ini kalo kita punya banyak duit) memanggil arsitek terkenal yang mewakili gaya rumah yang menjadi idaman/ khayalan kita, lalu menceritakan segala uneg-uneg obsesi desain rumah kita pada arsitek itu, dan memberikan waktu beberapa lama untuk arsitek itu menyelesaikan proses dan hasil desain dari rumah idaman kita itu.

Sebenarnya ada beberapa kemungkinan lagi, tapi akan tidak jauh beda dengan tiga kemungkinan di atas. Mungkin untuk menghemat biaya, kita akan menggunakan jasa seorang arsitek yang sama sekali tidak terkenal, tapi mempunyai potensi kemampuan desain yang bagus dan menarik, atau seorang mahasiswa jurusan arsitektur yang punya kemampuan desain yang bagus juga.

dulux
Sekarang bagaimana bila semua proses itu dilakukan secara digital? Kita masih berurusan dengan ide dan khayalan kita, tapi tidak berurusan lagi dengan proses desain atau berurusan dengan seorang arsitek, baik ia terkenal atau tidak. Kita berurusan dengan sebuah program, sebuah sistem digital. Dimana program dan sistem digital itu akan bekerja berdasarkan input data dari kita. Inputan yang kita masukkan misal mengenai berapa luas m2 lahan yang ada, lalu berapa persen dari lahan itu yang akan dibangun; satu lantai atau dua lantai?; berapa jumlah kamar tidur?; berapa jumlah toilet?; style bangunan mengacu kemana, minimalis, tropis, mediterania, atau art deco? Setelah inputan selesai kita isi, dalam waktu yang tidak cukup lama gambaran rumah hasil input data kita tadi muncul! Lengkap dari denah, gambar tampak depan dan samping, kemudian perspektif 3 dimensinya. Bila kita memilih opsi lebih lanjut, ada inputan lain yang harus kita isi seperti finishing bahan bangunan apa yang ingin kita pakai, apakah menggunakan finishing bahan bangunan yang high class, medium class atau economy class? Bisa juga diperdetil dari perbagian elemen bangunan, mulai dari merk cat, jenis kusen, jenis penutup atap, merk dan ukuran keramik lantai, merk sanitair, dan lain sebagainya. Lalu dalam waktu yang tidak cukup lama, muncullah draft perkiraan biaya yang harus kita siapkan untuk membangun rumah.

Impossible? Nothing impossible, pak!
Mungkin dalam bentuk yang paling sederhana, sistem simulasi yang berkaitan dengan rumah bisa kita tengok di web mycolour.com.au milik produsen cat terkenal ini. Di web itu, kita disuguhi fasilitas simulasi warna cat dari semua ruangan yang ada diĀ  dalam rumah. Dan kita harus percaya, teknologi akan terus berkembang di waktu-waktu yang akan datang dengan temuan-temuan yang tidak terpikirkan oleh otak kita hari ini.
(bersambung)

1 Comment


Leave a Reply